Senin, 21 Maret 2011

Taukah anda tetang JUMPER pada PATA ?


Jumper adalah koneksi yang menginstruksikan Hardsik PATA untuk menjadi HDD Primary Master, Secondary Master, dan Slave Master. Jadi kalo di Hardisk PATA ketika anda ingin menambah Hardisk, install ulang komputer itu tidak sembarangan yang nantinya hardisk yang anda gunakan tidak terdeteksi oleh komputer anda. untuk gambar jumpersaya berikan Gambar skema yang mirip dengan jumper karena kalau aslinya sangat kecil sekali dan rawan hilang…
Skema Gambar Jumper

untuk anda yang ingin menjadikan hardisk PATA menjadi primary master masukkan/letakkan Jumper tersebut seperti posisi ini.
Jika anda ingin menambahkan slot Hardsik lagi pasang Jumpernya seperti ini
Nah Untuk pemasangan jumper ini anda bisa menjadikan Hardisk PATA menjadi third Master nanti tergantung Kabel Slot PATA-nya aja masih bersisa ga, hehehe…
Note : “Gambar kotak kecil yang menutupi 2 lingkaran pada gambar di atas adalah contoh pemansangan jumper untuk lingkaran itu adalah gambar konektor PATA untuk gambar yang realnya bisa lihat di gambar pertama di atas… “

Cek Kerusakan Hardware melalui suara speaker



kali ini saya akan membahas tentang kerusakan Hardware dan bagaimana mengenai solusi ini, didengarkan melalui suara beep, itu loh suara yang pertama kali anda nyalakan Power CPU


ada sedikit tips untuk mendeteksi kerusakan pada Komputer, mau tau, simak ya :D

===Sedikit tips bagi computer yang tdk mau hidup===

Cara Mengatasinya :

- Cek koneksi kabel (dari power outletnya ke tombol power pada PC)


- Cek apakah stabilizer / UPS berfungsi atau tidak



- Cek kabel power pada CPU

- Jika masih juga tidak mau hidup permasalahanya mungkin terletak pada power supply atau MB



===Komputer Mau Hidup Tetapi Tidak Mau Booting===
Cara Mengatasinya :

Kenali Terlebih dahulu Bunyi Beep :


-Beep 1 kali saja Tanda bahwa kondisi komputer baik

-Beep 1 kali, panjang Terdapat problem di memory
-Beep 1 kali panjang dan 3 kali pendek Kerusakan di VGA card
-Beep 1 kali panjang dan 2 kali pendek Kerusakan di DRAM parity
-Beep terus menerus Kerusakan dimodul memory atau memory video
-Nah kalu beep nya membentuk suatu nada tertentu,.. hmm. Tukang es cream lewat,… hehe

Error 1335 – Cannot Copy Cab File Office1.cab


Kali ini kita akan membahas sebuah pesan eror yang muncul saat setelah memformat ulang hard disk dan hendak melakukan install MS Office. Ya nama pesan eror tersebut adalah “Error 1335 – Cannot Copy Cab File Office1.cab“.
Beberapa memang ada kejadian seperti ini dan sering membuat kita bingung mengapa koq bisa padahal komputer baru di format ulang? Seharusnya tidak ada masalah seperti ini?
Jika kita telusuri ternyata ada 2 penyebab munculnya pesan eror tersebut diantaranya
  1. Kondisi CD MS Office kotor
  2. Kesalahan alokasi memory
1. Kondisi CD MS Office kotor.
Coba cek permukaan CD dari MS Office kalian apakah masih mulus atau sudah penuh dengan baret dan debu. Jika demikian coba ambil kain lembut seperti yang digunakan untuk pembersih kacamata lalu bersihkan secara perlahan permukaan CD nya.
2. Kesalahan Alokasi Memory
Ini biasa terjadi pada PC yang memiliki RAM yang sudah berumur, namun jangan khawatir karena ini masih bisa diatasi dengan merubah alokasi memory menjadi 256. Caranya adalah :
  1. Klik Start, lalu klik Run.
  2. Pada box yang terbuka ketik msconfig, lalu klik OK.
  3. Pilih BOOT.INI tab, klik Advanced Options.
  4. Pada BOOT.INI Advanced Options dialog box, centang /MAXMEM= , lalu rubah seting ke 256 (atau lebih rendah lai jika komputer kalian hanya memilki sedikit jumlah RAM).
  5. Klik OK untuk menutup BOOT.INI Advanced Options dialog box.
  6. Pada System Configuration Utility dialog box, klik Apply.
  7. Klik OK untuk menutup System Configuration Utility dialog box.
  8. Klik Restart
  9. Lalu biarkan komputer kalian melakukan Restart supaya hasil konfigurasi tadi bisa diaktifkan.
  10. Setelah restart, baru install Office.
  11. Setelah install Microsoft Office, ikuti langkah 1 sampai 8 lalu centang /MAXMEM= supaya menjadi off dan alokasi memory menjadi normal.
Semoga dengan langkah-langkah tersebut di atas kita bisa mengatasi masalah tersebut jika muncul di kemudian hari.
So tetap semangat dengan komputer kalian dan jangan pernah berhenti belajar.

http://belajarhardware.web.id/?p=121

10 hal yang menyebabkan dari Blue Screen Of Death atau BSOD si hantu PC yang menyeramkan.

1. Konflik Hardware
Yang paling utama mengapa windows sering crash adalah disebabkan oleh adanya konflik hardware. Mengapa demikian? Masing-masing hardware itu berkomunikasi satu dengan hardware lainnya melalui jalur Interupt Request Channel atau biasa kita temui sebagai IRQ address. Setiap hardware memiliki IRQ address yang berbeda-beda, sebagai contoh printer biasanya menggunakan IRQ 7, keyboard menggunakan IRQ 1, Floppy Disk atau disk drive menggunakan IRQ 6 dst. Jadi masing-masing sudah mempunyai jatah untuk terhubung dengan mainboard atau motherboard (mobo).
Nah dapat dibayangkan jika banyaknya hardware berapa IRQ address yang harus dibutuhkan dan sering kali 2 diantara hardware yang ada sering menggunakan IRQ address yang sama. Untuk mengecek apakah ada terjadi konflik hardware pada komputer kita kita harus melakukan langkah berikut,
klik Start=>Settings=>Control Panel=>System=>Hardware=>Device Manager, atau
klik kanan pada MyComputer=>Properties=>Hardware=>Device Manager
Begitu terbuka jendela baru kita bisa melihat hardware yang konflik dengan icon warna kuning disertai tanda !. Cek satu persatu hardware yang konflik tersebut dengan memilihnya lalu lakukan
klik kanan=>properties atau cukup dengan mengklik dua kali pada hardware yang konflik maka jendela properties akan terbuka.
Nah jika terjadi konflik maka akan ada pesan pada Device status. Untuk mengatasinya coba cari update driver terbaru di internet atau jika hardware tersebut berupa kartu tambahan atau addon card bisa di geser ke slot yang lainnya yang masih kosong. Tentu dalam melakukan hal ini komputer harus dalam keadaan off. Tapi ada catatan sebelum bekerja merubah hardware yang ada dalam komputer terlebih dahulu taruh telapak tangan kita pada tutup casing komputer, ini gunanya untuk menghilangkan listrik statis yang ada pada tubuh kita.
Pada awalnya IRQ address pada jaman 8086 (jaman PC XT dan AT) hanya ada 8. Namun seiring dengan perkembangan jaman saat ini IRQ address memliki 16. Tapi tetap saja terkadang kita memasang banyak hardware sehingga IRQ address tersebut kosong. Jadi jika kita ingin memasang hardware baru pastikan apakah IRQ address dari hardware ini tidak bentrok dengan hardware yang lain.
2. Beda Merk, Kualitas Memory atau RAM yang jelek
Masalah RAM (random access memory) juga sering menyebabkan terjadinya BSOD dan pesan yang muncul biasanya seperti ini “Fatal Exception Error. A fatal error indicates a serious hardware problem. Sometimes it may mean a part is damaged and will need replacing.”
Perlu diketahui pesan fatal eror ini biasanya terjadi jika kita menggunakan memory yang berbeda chip atau berbeda merk pabrikan atau juga kualitas memory yang kurang bagus. Misalnya satu slot kita gunakan Kingston satu slot lagi kita gunakan Visipro. pada awalnya komputer masih bisa bekerja namun lama-lama karena beban komputer menjadi berat maka pesan fatal eror tersebut akan muncul
Jadi pastikan RAM yang terpasang adalah sama merk dan kecepatannya sehingga gangguan BSOD bisa sedikit dihindari.
3. Setingan BIOS
Setiap motherboard memiliki chipset BIOS yang berbeda-beda dan cara yang umum untuk masuk kedalam BIOS adalah pada saat booting awal dengan menekan tombol “F2″ atau “Del”.
Pertama yang harus diperhatikan adalah coba untuk membuat catatan kecil dari setingan BIOS yang ada, karena begitu kita merubah sedikit setingan dari BIOS maka komputerpun akan ikut berubah. Jadi ini adalah bagian yang paling beresiko. Biasanya pada buku manual mobo sudah diikutsertakan cara menyeting bios jadi kita bisa belajar memahami BIOS yang ada pada mobo.
Baiklah sebelum kita melakukan perubahan pada seting BIOS ada baiknya kita perhatikan hardware-hardware yang terpasang pada PC kita. Ada 5 hal umum yang bisa dijadikan patokan, yaitu :
  1. Pastikan apakah pada PC kita terdapat floopy disk atau tidak, jika tidak sebaiknya matikan setingan untuk floopy disk supaya waktu booting awal menjadi cepat dan IRQ address-nya bisa digunakan untuk hardware yang lain.
  2. Pastikan Bootup Sequence atau urutan booting pertama selalu pada posisi Hard disk, terkecuali jika kita hendak melakukan install ulang rubahlah posisi ini ke CDROM/DVDROM atau USB.
  3. Pastikan IRQ number di set dalam posisi auto, gunanya untuk memudahkan windows memberikan IRQ address pada hardware yang terpasang pada mobo.
  4. Pastikan setingan Plug and Play dalam posisi Yes, sehingga pada saat kita memasang hardware baru Windows langsung bisa mendeteksinya.
  5. Pastikan setingan RAM dalam posisi Auto, ini untuk menghindari kesalahan bilangan pada CAS Latency.
4. Hard disk
Biasanya dalam jangka waktu satu minggu data-data yang ada dalam hard disk mulai terpecah (acak-acakan) atau bisa disebut fragmented. Oleh karena itu sangat baik jika kita melakukan yang namanya defragment minimal satu minggu sekali shingga data-data yang ada dalam hard disk tetap dalam kondisi rapih.
Ada 2 cara untuk melakukan defragment, yaitu :
  1. Dengan menggunakan software defragment dari Windows dengan melakukan klik Start=>All Programs=>Accessories=>System Tools=>Disk Defragmenter. Pilih partisi yang ingin di defrag dan klik Analyze. Setelah windows memastikan bahwa partisi tersebut harus di defrag maka lakukan klik Defragment.
  2. Dengan munggunakan software 3rd party atau pihak ketiga, disini saya merekomendasikan untuk menggunakan defraggler yang bersifat freeware dan bisa di unduh langsung di http://www.piriform.com/defraggler/download/standard. Besar file sekitar 1,9 mb. Untuk penggunaan nya sendiri sama dengan Disk Defragmenter dari Windows.
Lama defrag untuk tiap hard disk berbeda-beda tergantung dari kapasitas, jumlah partisi  serta speed yang dimiliki.
Selain itu sering-seringlah melakukan pembersihan file-file yang tidak diperlukan atau biasa disebut junky file. Ini meliputi diantaranya
  1. File yang berada di recyble bin.
  2. File temporary internet, ini biasanya ada di folder Documents and Settings\User Profile\Local Settings\Temporary Internet. Namun ada yang perlu diketahui bahwa folder Local Settings tersebut secara default dalam keadaan tersembunyi atau hidden. Oleh karena itu sebelum membuka folder tersebut lakukanlah terlebih dahulu klik kanan pada tombol Start lalu pilih Explore. Kemudian Klik Tools=>Folder Option=>View lalu pilih Show hidden files and folders yang ada di Advanced settings=>Files and Folders. Setelah itu baru folder Local Settings akan muncul.
  3. File Internet Cookies, letaknya adalah berada di folder Documents and Settings\User Profile\Local Settings
  4. File Internet History letaknya juga berada di folder Documents and Settings\User Profile\Local Settings
  5. File yang berada di folder Windows=>Prefetch
  6. File temporary Windows letaknya berada di Windows=>Temp
Huffff…banyak bukan, jika bagi kalian terasa secara manual agak susah jangan khawatir karena ada beberapa software 3rd party yang bertebaran di internet bisa digunakan namun yang paling direkomendasi adalah CCleaner. Software ini bisa di unduh langsung melalui http://www.piriform.com/ccleaner/download/standard. Cara kerjanyapun sama dengan Defraggler lakukan Analyze pada saat pertama dan setelahnya Run Cleaner.
5. Fatal OE exceptions dan VXD erors
Fatal OE exceptions dan VXD erors sering kali disebabkan oleh kerusakan video crads atau GPU (Graphic Processing Unit) atau juga karena kipas cooling yang terdapat pada GPU tidak berfungsi dengan baik sehingga membuat chipsetnya menjadi panas.
Biasanya kita sering mencoba memasang seting display secara maksimal namun daya GPU kurang memadai. Jadi ada baiknya kita membaca buku manualnya terlebih dahulu sebelum melakukan perubahan yang extreme pada GPU kita. Nah GPU ini biasanya berpasangan dengan monitor yang kita pakai. Jadi selain manual GPU yang kita baca manual monitorpun harus kita pelajari juga, supaya setingan display bisa maksimal dan sesuai. Hal yang perlu diperhatikan disini adalah hanya 3, yaitu
  1. Reresh Rate
  2. Resolusi Display
  3. Cooling Fan
Sebagai contoh jika Refresh rate GPU max 90hz dan Monitor max 80hz maka jangan coba untuk memasang pada posisi 90Hz karena yang akan terjadi monitor akan menjadi blank seketika. Begitu juga dengan Resolusi Display kalau GPU Max 1024×600 dan monitor hanya 800×600 makan jangan pernah memaksakan untuk mebuat menjadi 1024×600 bisa-bisa monitor kita langsung bergoyang bak tsunami. Lalu jika Cooling Fan atau kipas yang berada pada GPU macet segeralah menggantinya atau mungkin memberishkannya dari kotoran yang menempel supaya GPU kita tidak kegerahan karena hawa panas yang tidak segera dibuang.
Selanjutnya yang perlu diperhatikan disini adalah update driver untuk GPU, tidak semua update driver GPU cocok dengan GPU milik kita. Jadi perhatikan readme yang ada di setiap update apakah GPU kita bisa menggunakan update tersebut atau tidak.
Sebagai contoh untuk Geforce FX5200 ini update terakhir ada di
Version: 175.19 WHQL
Release Date: 2008.07.09
Operating System: Windows XP
Language:English (U.S.)
File Size: 36.8 MB
jika memaksakan menggunakan di atas dari seri tersebut biasanya sering terjadi konflik dengan software-software yang menggunakan kemampuan GPU. Terutama bagi gamer sejati akan merasakan perbedaannya.
6. Serangan Virus
Siapa yang tidak pernah kena oleh serangan virus, ya virus tidak hanya menyerang manusia namun juga menyerang komputer kesayangan kita.Terkadang sering kali membuat kita jengkel apalagi kalau virus itu telah membuat file-file dokumen yang ada di hard disk kita menjadi sebuah file EXE. Selain itu virus ini bisa datang dari sebuah crack file atau keygen file. Nah bagi penggemar game komputer berhati-hatilah karena jika kita sembarang install game kemungkinan komputer kita sudah disusupi virus. Begitu juga saat berinternet jangan sembarang masuk web yang tidak kita kenal. Jika ada iklan yang tiba-tiba muncul sebaiknya abaikan, karena seringkali iklan di internet ditunggangi oleh malware ataupun sypware. Nah bagaimana langkah pencegahannya?
Tentunya kita sudah mengetahui ada banyak beragam anti virus yang tersebar di jagat maya dan toko penjualan CD. Mulai dari Mcaffe, Norton, Avira, AVG, hingga Microsoft Security Essential. Tak luput pula anti virus lokal seperti PCMAV dan SMADAV ikut meramaikan pasar anti virus. Ada yang memakai satu anti virus dan ada juga yang menggunakan dua anti virus untuk kombinasi, yaitu AV luar dan lokal.
PCMAV biasanya selalu berpasangan dengan Clamav karena PCMAV memiliki sistem integrasi data dengan Clamav, sedangan SMADAV bisa bergabung dengan sembarang anti virus karena sifatnya yang fleksibel. Untuk antivirus luar yang sangat direkomendasikan adalah Bit Defender dan Microsoft Security Essential.
7. Printer
Untuk yang satu ini sebenarnya jarang terjadi namun tetap patut kita waspadai karena bisa juga mengakibatkan komputer kita crash atau hang.
Pada saat kita melakukan printing biasanya terjadi proses pengiriman dokumen atau sending document ke printer atau biasa disebut sebagai postscript file dan kapasitas file ini cukup besar terkadang printer tidak bisa menampungnya. Mengapa demikian? Karena memory yang ada di printer atau biasa disebut buffer hanya berkapasitas kecil. Dan jika kita paksakan untuk menumpuk beberapa dokumen dalam satu kali print biasanya terjadi overload hingga mengakibatkan printer berhenti mendadak.
Jadi sekali lagi coba buka buku manual printer yang dimiliki dan berusaha mengerti dari kemampuan printer tersebut, karena kemampuan printerpun ada batasnya.
8. Software
Sering kali kita mencoba install beberapa software kedalam komputer kita hanya ingin mengetahui apakah software tersebut cocok atau tidak atau malah terkadang hanya ingin gaya aja (supaya dikatakan oleh teman-teman kita pinter padahal tidak tahu gunanya untuk apa) dan setelah itu kita buang atau un-install. Namun dibalik itu semua terkadang software-software yang telah kita un-install tadi masih meninggalkan jejak pada register windows. Sehingga sering kali pada saat start up windows komputer kita terasa berat bahkan tidak bisa logon sama sekali. Selain itu berhati-hatilah dalam install menggunakan software bajakan (bukan nya anti bajakan karena saya sendiri juga belajar dari situ) karena terkadang file yang ada di dalam nya sering kali bermasalah dan bermuatan virus serta trojan. Jadi telitilah sebelum mencoba, pastikan bahwa software yang akan kita install tersebut mendukung dengan windows kita.
Usahakan pada saat kita un-install suatu program untuk melakukan bersih registry, ini bisa menggunakan software 3rd party yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya yaitu CCleaner.
9. Overheat
Overheat atau kelebihan panas biasnya ini terjadi dikarenakan kipas pada CPU ( Central Processing Unit) tidak berfungsi dengan baik atau lubang pembuangan aliran udara panas pada casing tersumbat. Hal yang terburuk adalah bisa mengakibatkan Processor kita hangus dan itu tidak kita inginkan bukan.
Oleh karena itu setiap 1 bulan sekali coba buka casing komputer kita cek kipas-kipas yang terpasang apakah berjalan normal atau tidak. Apa ada debu pada tiap ventilasinya atau tidak. Cek juga apakah posisi heatsink sudah pas atau tidak. Begitu juga dengan thermal paste atau pasta thermal apakah masih bagus atau sudah kering, bila kering sebaiknya tambahkan lagi.
10. Power Suplly
Dulu toko-toko komputer yang menjual paket PC sering kali mengabaikan hal yang satu ini. Hingga seiring dengan berjalannya waktu tiba-tiba saja komputer kita sering eror atau tidak kuat menyala. Bahkan yang parah jika pada saat beban listrik dari PLN tiba-tiba naik dan kita tidak menggunakan stabiliser maka hal yang terjadi processor kita akan berubah menjadi alat panggang telor alias berubah menjadi bara api.  Apa pasalnya?? Pasalnya adalah PSU atau Power Supllly yang ada pada casing kita sering kali tidak seharusnya. Jika motherboard kita mengharuskan menggunakan 500watt jangan pernah memasang dengan 350watt. Memang bisa menyala dengan 350watt tapi pada akhirnya dengan seiring berjalannya waktu lagi komputer kita akan sering mati mendadak tanpa sebab. Pernahkah kalian mengalami ini? Jika iya berarti ada masalah dengan PSU anda karena kurang teliti pada saat membeli. Jadi pada saat membeli sebaiknya mita buku manual mobo-nya supaya kita paham berapa daya yang diperlukan oleh PC.
Jadi pastikan lagi bahwa PSU yang terpasang adalah memiliki daya seperti yang tertulis, kalau 350 watt ya harus benar 350 watt, kalau 500 watt ya harus benar 500 watt. Karena seiring dengan berkembangnya teknologi komputer akan terus bermunculan peripheral yang memiliki daya besar, terutama GPU, Processor dan RAM. Biasanya ketiga peripheral inilah yang paling menyedot daya dari Power Supply.
Selain itu juga untuk menjaga lifetime dari PSU pastikan selalu untuk menggunakan UPS. Karena jika listrik di daerah kalian sering kali mati maka UPS ini merupakan sebuah keharusan yang dimiliki. Sehingga pada saat listrik mati kita masih bisa melakukan penyimpanan dari data dokumen penting yang kita miliki. Dan jangan lupa untuk menggunakan stabilizer karena supply listrik dari PLN tidak pernah stabil.
 
http://belajarhardware.web.id/?p=118

3DP Chip Si Mungil Pencari Driver.

Ayo siapa diantara kalian yang paling sering hilang CD driver hardware ? Pasti hampir semua dari kita pernah mengalami hal seperti ini tak terkecuali seorang tukang servis komputer pun sering lupa menaruh tempat CD driver mereka dan akhirnya kebingungan (Oh nooooo). Bagi kita yang sudah lama bergelut dengan komputer tentu tahu bagaimana cara mencari driver tapi bagi sebagian yang awam hal ini sangatlah menyebalkan. Ya kalau driver tersebut masih bisa kita pinjam dari teman yang memiliki spek sama atau dengan membeli dari seorang teknisi, lah kalau driver yang hilang itu dari hardware lawas mau cari dimana ?? Apalagi tak jarang situs pembuat hardware tersebut sudah gulung tikar sehingga kita harus terus keluar masuk beberapa situs  penyedia driver namun terkadang juga suka tidak lengkap.
Solusi yang paling ampuh adalah dengan menggunakan software seperti Driver Doctor, Driver Guide, Driver Magic dsb. Tapi semua software tersebut tidaklah gratis alias harus membayar lisensi jika ingin menggunakannya. Tapi jangan kuatir karena ada salah satu software yang benar-benar gratis dan bisa kita pakai kapan saja untuk mencari driver-driver yang hilang atau rusak. Nama software tersebut adalah 3DP Chip sebuah software mungil hanya berukuran 496 kb tapi memiliki kemampuan mencari driver yang sangat akurat untuk sekelas freeware software.

Tampilan sederhana 3DP Chip
Seperti yang kita lihat di atas tampilan dari 3DP Chip ini sungguh sederhana malah bisa di bilang sangat standar.  Dari mulai atas hanya terlihat 6 sub menu mulai dari Home, Q&A/Bug, Update, Donate dan fitur screenshoot yang bisa kita gunakan untuk mengambil gambar setingan hardware kita yang terpampang pada 3DP Chip. Kemudian disusul pada sub menu home ini adalah tempat kita mencari driver yang sesungguhnya. Ya mulai dari
  1. CPU
  2. Motherboard
  3. Soundcard
  4. Ethernet Card
masing-masing dari bagian tersebut bisa kita langsung klik dan nanti kita langsung di bawa menuju pada situs driver yang bersangkutan seperti di bawah ini
Begitu terbuka maka bisa kita lihat terdapat sebuah kotak kecil yang didalamnya terdapat link untuk mengambil driver update ke dalam komputer. Karena software ini berbasis freeware maka jangan heran jka dibawahnya terdapat beberapa iklan menghiasi. Driver yang berhasil di cari oleh software ini nantinya bisa beruba executetable files (*.EXE) atau juga bisa berupa file kompresi (*.ZIP dan *.RAR).
Adakalanya pada bagian tertentu software ini bisa menemukan 2 driver sekaligus, yaitu driver inti dan driver update. Sehingga ini benar-benar memudahkan kita yang sangat awam dan pemula dalam dunia komputer hardware.
Jika semua driver sudah terkumpul maka sebaiknya simpan saja dalam hardisk sehingga pada satu waktu ketika kita hendak melakukan proses instalasi ulang maka tidak kerepotan untuk mencari CD driver lagi cukup dengan membuka hardisk atau jalankan saja 3DP Chip.

http://belajarhardware.web.id/?p=153